Kiper dari pemain Madrid pada malam ini tidak melakukan permainannya secara maksimal, sehingga mengalami kebobolan sebanyak 3 kali sehingga dianggap oleh timnya sebagai nasib yang buruk. Padahal dari sisi yang saya perhatikan ini kesalahan dari kipernya yang kurang fokus.

Madrid Hal Yang Buruk, Tetapi Di Anggap Nasib Buruk

Real Madrid kalah dari score 4-1 di menantang Valencia di minggu kesembilan La Liga, Dari 4 gol yang diciptakan Valencia, tiga dari eksekusi penalti. Pertandingan Valencia versus Real Madrid diadakan di Mestalla. Di menit ke-23, Real Madrid unggul terlebih dahulu melalui tendangan keras Karim Benzema. Valencia selanjutnya menyamai score di menit ke-35 melalui penalti Carlos Soler. Kemudian, ada dua penalti yang lain didapatkan Valencia.

Carlos Soler juga berhasil melakukan pekerjaan dengan prima. Pemain 23 tahun cetak hattrick melalui eksekusi penalti. Nasib Jelek Real Penjaga gawang Real Madrid, Thibaut Courtois, berasa ganjil dengan 4 gol yang bersarang di gawangnya. Penjaga gawang dari Belgia itu berasa Real Madrid tengah alami nasib jelek dengan 3 hukuman penalti. Tiga hukuman penalti, gol ke-2 dari nasib jelek, kata Thibaut Courtois diambil dari Marca.

Saya tidak paham, saya berpikir kami mengawali pertandingan secara baik, kadang itu berlangsung di kami serta kami sedikit terjerat. Valencia belum membuat kesempatan, bahas bekas penjaga gawang Chelsea. Courtois memandang penalti yang dialami Real Madrid tidak seluruhnya sebab kekeliruan pemain belakang. Courtois lebih condong menyaksikan keadaan di atas lapangan selaku nasib jelek untuk Real Madrid. Penalti pertama ialah penalti, ini nasib jelek, saya tidak paham kenapa itu diulangi. Gol ke-2 ialah nasib jelek. Lantas, ada dua penalti di set ke-2 , tambah Courtois. Pekikan Maxi Gomez Thibaut Courtois lalu menyebutkan satu nama pemain Valencia, Maxi Gomez.

Pemain dari Uruguay itu dipandang banyak berteriak untuk minta penalti. Hal tersebut lah yang selanjutnya membuat wasit serta VAR mengevaluasi peristiwa. Maxi Gomez berteriak cukup kerap, dan itu kenapa VAR memberi penalti, kata Courtois. Di proses gol ke-2 , berlangsung pelanggaran pada Marco Asensio, saya dengarnya di ruangan tukar tetapi di ruangan tukar Anda tidak dapat mengganti apa saja, tutup bekas penjaga gawang Chelsea itu.